Baca Juga
25 Variasi Lovebird yang Patut Anda Kenal - Lovebird atau burung cinta yakni salah satu ragam burung yang memiliki warna paling cantik dan indah. Karenanya tidak heran, Lovebird acap kali dikembangbiakkan oleh para penghobi burung hanya untuk mencari warna-warna baru dan langka. Semakin langka warna Lovebird, karenanya harga jualnya kian tinggi.
Kendati demikian, pada dasarnya Lovebird cuma terdiri dari sembilan variasi saja, seperti Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis), Lovebird Topeng (Agapornis personata), Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae), Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis), Lovebird Fischer (Agapornis fischeri), Lovebird Abisinia (Agapornis taranta), Lovebird Madagaskar (Agapornis cana), Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria), dan Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana).
Melainkan, seiring berjalannya waktu, Lovebird sering disilangkan untuk menciptakan warna mutasi bulu. Sebagian jenis Lovebird yang tak jarang disilangkan untuk menjadikan warna mutasi antara lain, Lovebird Muka Salem, Lovebird Fischer, dan Lovebird Topeng.
Nantinya, tiap variasi Lovebird tadi akan menghasilkan warna mutasi baru yang beragam jenis. Sedangkan halnya, Lovebird Muka Salem dapat mewujudkan banyak varian warna mutasi, di antaranya Lovebird Lutino, Lovebird Australian Cinnamon, Lovebird Biru Pastel, Lovebird Blorok/Pied, dan Lovebird Albino. Sementara, warna mutasi Lovebird Topeng yaitu Lovebird Biru, seperti yang dikutip dari Sumber-Burung.
Ada lagi hasil mutasi Lovebird yang lebih mengesankan, yakni Lovebird Parblue (Partial Blue). Lovebird variasi ini tergolong langka dan harganya benar-benar mahal. Harga Lovebird Parblue yang kelihatan menawan dan eksotik dapat dibanderol sebesar Rp 15 juta – Rp 20 juta per ekornya.
Nah, lebih jelasnya, kami akan menunjukkan variasi-tipe tipe Lovebird tercantik komplit dengan gambarnya.
![]() |
| Sumber Gambar: Google Images |
1. Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis)
Lovebird Muka Salem paling gampang dijumpai di sebelah selatan Afrika, Namibia, dan Angola. Lovebird ragam ini memiliki postur tubuh yang indah. Bagian tubuh komponen bawah berwarna hijau kekuningan. Biasanya, bulu dahi dan komponen belakang mata berwarna merah. Lalu, pada komponen pipi, leher, dan dada berwarna pink. Sementara, sayap Lovebird Muka Salem berwarna hijau, melainkan komponen ujungnya berwarna kebiruan.
2. Lovebird Topeng (Agapornis personata)
Cocok namanya, Lovebird Topeng memiliki warna gelap di bagian muka. Oleh karena itu, ia dipanggil Lovebird Topeng. Burung ini pertama kali ditemukan di Timur Laut Tanzania dan dibudidayakan pertama kali di Kenya. Lovebird Topeng memiliki warna dominan hijau. Meskipun begitu, pada komponen dada lazimnya berwarna kuning. Sayangnya, Lovebird tipe ini sangat sulit dibedakan mana jantan dan betina sebab keduanya hampir sama.
3. Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae)
Lovebird Nyasa punya nama panggilan lain, adalah Lovebird Lilian. Burung yang mempunyai warna bulu dominan hijau ini bila disilangkan akan menciptakan warna mutasi yang unik, adalah Lovebird Biru dan Lovebird Lutino. Sekiranya Anda beratensi, Anda dapat menemukan banyak Lovebird Nyasa di kawasan Tanzania, Malawi, Mozambik, Zambia tenggara dan Zimbabwe Utara.
4. Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis)
Sekiranya dipandang sekilas, Lovebird Pipi Hitam hampir sama dengan Lovebird Topeng. Melainkan, ternyata setelah diperhatikan dengan saksama, yang berwarna hitam hanya komponen pipinya saja. Untuk bagian tubuhnya, hampir keseluruhan berwarna hijau kekuning-kuningan. Burung seperti ini paling menyenangi tinggal di daerah hutan gugur di dekat perairan dan daerah yang banyak memiliki habitat seperti itu yaitu Zambia serta air terjun Victoria, Zimbabwe.
5. Lovebird Fischer (Agapornis fischeri)
Lovebird Fischer pertama kali ditemukan oleh Gustav Fischer yang berasal dari Jerman. Burung ini terlihat semacam itu cemerlang dengan perpaduan warna merah, orange, kuning, dan hijau. Lovebird Fischer ketika ini cukup banyak dijumpai di Indonesia. Melainkan, kalau Anda ingin menemukannya lebih banyak, Anda dapat berkunjung ke habitat asli Lovebird Fischer, yakni di daerah Afrika komponen timur, tengah, selatan, tenggara, dan di danau Victoria Tanzania utara.
6. Lovebird Abisinia (Agapornis taranta)
Lovebird Abisinia terlihat agak monoton karena hanya memiliki perpaduan dua warna saja, ialah hijau tua dan hitam. Melainkan, jangan salah, Lovebird Abisinia termasuk Lovebird yang paling besar di antara Lovebird yang lain. Selain itu, yang membikin Lovebird Abisinia menarik ialah warna dahinya yang berwarna orange kemerahan. Habitat orisinil burung ini terletak di bagian selatan Eritrea hingga barat daya negara Ethiopia.
7. Lovebird Madagaskar (Agapornis cana)
Apabila Lovebird Abisinia dikenal sebagai Lovebird paling besar, nah kini akan kami perkenalkan dengan Lovebird paling kecil, yakni Lovebird Madagaskar. Sebetulnya, Lovebird Madagaskar bukan burung yang paling kecil. Hanya saja, ukuran tubuhnya relatif lebih kecil seandainya diperbandingkan dengan teman sepermainannya. Beban tubuhnya saja, sekitar 30 gram. Kecuali itu, variasi Lovebird yang satu ini juga benar-benar mudah dikenali sebab hanya mempunyai kombinasi warna hijau dan abu-abu saja. Burung ini betul-betul sulit ditemukan di Indonesia karena ia tinggalnya di pulau Madagaskar, Afrika.
8. Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria)
Masih ingat dengan Lovebird yang dahinya merah? Nah, kali ini berbeda. Karena, yang merah komponen mukanya. Mungkin banyak orang mengira, dia termasuk ragam burung pemalu, namun sesungguhnya Lovebird Muka Merah tak demikian. Sejak lahir komponen muka dan dahinya sudah berwarna merah. Apabila tubuhnya rata-rata berwarna hijau kekuning-kuningan. Populasi Lovebird Muka Merah dapat ditemukan di daerah pesisir pantai Afrika tengah hingga bagian barat Ethiopia.
9. Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana)
Lovebird Kerah Hitam termasuk burung Cinta yang langka. Burung ini dapat dikenali dari bagian kerahnya yang berwarna hitam dan lehernya yang berwarna kecoklatan. Namun, yang paling dominan yaitu warna hijau. Di samping itu, ukuran tubuhnya hampir sama dengan Lovebird Madagaskar. Padahal begitu, tetap saja, yang terkecil ialah Lovebird Madagaskar. Kalau mau bersua dengan Lovebird Kerah Hitam, Anda dapat mengunjungi bagian khatulistiwa negara Afrika.
10. Lovebird Pastel
Lovebird Pastel kerap kali kali menjadi burung incaran para penggemar Lovebird. Pasalnya, warna bulunya cenderung lebih kalem atau soft jikalau diperbandingkan dengan yang lain. Kalau biasanya warna Lovebird itu hijau tua dan kuning, karenanya Lovebird Pastel akan tampil dengan warna hijau muda dan kuning muda. Sedangkan seperti itu, ada Lovebird yang warnanya lebih muda dari Pastel, merupakan Dilute. Lovebird tipe Dilute sering kali disebut dengan Lovebird yang memiliki warna bulu yang telah mencair. Nah, Lovebird Pastel yang paling biasa dijumpai di Indonesia antara lain, Lovebird Pastel Ijo (Pasjo), Lovebird Pastel Kuning (Paskun), Lovebird Pastel Biru (Pasblue).
11. Lovebird Cobalt
Lovebird Cobalt lebih diketahui masyarakat dengan Lovebird berwarna biru. Karena, hampir keseluruhan bagian tubuhnya berwarna biru (telor asin). Cuma bagian kepala sampai leher yang berwarna abu-abu. Tapi, ada tipe burung lain yang mirip dengan Lovebird Cobalt, ialah Lovebird Biru Violet. Lovebird ragam ini sama-sama mempunyai bulu berwarna biru, hanya saja bagian kepalanya berwarna hitam lengkap dengan kaca mata yang cantik. Kemudian komponen leher dan dada Lovebird Biru Violet lazimnya berwarna putih.
12. Lovebird Batman
Pernah mendengar jenis Lovebird Batman? Sedangkan namanya, Lovebird ini mempunyai warna yang cenderung gelap ialah abu-abu dan putih. Padahal tak sepenuhnya berwarna gelap atau hitam, melainkan banyak penggemar burung yang menyebutnya Lovebird Batman. Sekiranya sudah dewasa, Lovebird Batman akan nampak seperti Batman sungguhan. Pasalnya, bagian sayapnya telah berubah menjadi hitam pekat.
13. Lovebird Merah
Lovebird Merah yakni warna mutasi dari Lovebird jenis lain. Sayangnya, untuk menerima Lovebird Merah betul-betul sulit sekali. Kalaupun ada, tidak segala bulunya berwarna merah. Lazimnya, warna merah di bulunya diselingi dengan warna orange, kuning, dan putih. Apabila sungguh-sungguh sulit diperoleh, wajar saja sekiranya harga Lovebird Merah cukup mahal. Untuk Lovebird Merah yang masih muda lazimnya dibanderol sekitar Rp 1 jutaan. Harga segitu untuk Lovebird yang warna merahnya tercampur dengan warna lain atau blorok. Jikalau warnanya polos merah, mungkin lebih mahal lagi.
14. Lovebird Albino
Sebagian dari Anda pasti telah pernah memperhatikan Lovebird Albino. Ya, Lovebird dengan warna bulu putih polos ini memang cukup unik karena tak mempunyai macam warna lain. Seandainya orang suka burung variasi ini karena nampak bersih. Lovebird Albino cukup langka di Indonesia, tetapi harganya tidak semahal Lovebird Merah. Sekiranya harga Lovebird Merah menempuh Rp 1 jutaan saat masih muda, karenanya harga Lovebird Albino hanya Rp 700 ribuan saja.
15. Lovebird Olive
Lovebird Olive adalah salah satu dari tiga tipe Lovebird berwarna hijau. Lovebird warna hijau ada tiga tipe, di antaranya Hijau Standard atau WildColour, Dark Green (Hijau Tua), dan Double Dark Green (DD Green) atau lazim disebut Olive. Jadi, kalau Anda menjumpai Lovebird dengan warna hijau yang amat tua, sudah pasti itu yaitu Lovebird Olive. Komponen warna hijau ini tak menyelimuti keseluruhan tubuhnya, melainkan hanya komponen dada, sayap, punggung, sampai ujung ekor saja. Untuk kepalanya sendiri, umumnya berwarna orange, kuning, dan pink.
16. Lovebird Parblue
Lovebird Parblue ialah akronim dari kata Partial Blue (beberapa biru). Ini artinya Lovebird Parblue mempunyai warna bulu yang sebagian biru, tetapi untuk kepala lazimnya cukup kontras dengan warna birunya. Setelah, warna kepala dapat berwarna kuning, orange, dan putih. Lovebird Parblue pertama kali ditemukan oleh Felix de Valle dari Amerika. Jenis itu, Lovebird Parblue dimaksimalkan ke daratan Eropa, hingga hasilnya hingga ke Indonesia. Tipe Lovebird Parblue yang paling familiar di dunia merupakan Lovebird Fischer Parblue dan Lovebird Persotana Parblue.
Untuk mencetak Lovebird Parblue, sebenarnya tidak terlalu susah melainkan dana yang dikeluarkan cukup besar. Pasalnya, indukan untuk menghasilkan Lovebird Parblue lazimnya mahal. Kecuali Anda berharap menghasilkan Lovebird Parblue seharga Rp 30 juta, karenanya Anda mesti membeli Lovebird Biola seharga Rp 10 juta dan Lovebird Parblue seharga Rp 10 juta.
Nantinya, bila Anda mujur, karenanya anakannya ialah Lovebird Biola Parblue yang dapat dijual seharga Rp 30 juta. Kecuali itu, apabila Anda mau mencetak Lovebird Parblue Personata, Anda bisa menyilangkan Lovebird Parblue dengan Lovebird Batman.
17. Lovebird Blorok
Lovebird Blorok termasuk salah satu jenis Lovebird yang unik. Karena, warna bulunya tidak selalu memiliki dominan warna tertentu. Warna bulu Lovebird Blorok lazimnya semburat antara warna putih dengan warna yang lain. Sebagian ragam Lovebird Blorok adalah Lovebird Parblue Blorok dan Lovebird Merah Blorok. Lovebird variasi ini sangat gampang dikenali karena warnanya nampak seperti gradasi dari warna-warna yang lain.
Untuk menghasilkan warna Lovebird Blorok, Anda semestinya menyilangkan tipe Lovebird yang berbeda. Kalau, menyilangkan Lovebird Lutino dengan Lovebird Dakori. Nantinya, kemungkinan anakan Lovebird yang muncul merupakan Lovebird Blorok hijau atau Lovebird Green Series.
18. Lovebird Halfsider
Lovebird Halfsider yakni Lovebird yang paling langka dan amat susah dikembangbiakkan. Lovebird tipe ini memiliki perpaduan warna yang unik, adalah separuh warna putih setengahnya lagi warna kuning. Jadi, apabila dipandang dari samping, seperti terdapat dua ekor burung dalam satu kandang. Keunikan perpaduan Lovebird Halfsider juga cukup aneh karena berada pas di tengah-tengah garis tubuhnya. Untuk harga, tidak perlu ditanyakan lagi. Jikalau Lovebird lazim harganya Rp 750 ribu, maka harga Lovebird Halfsider dapat menempuh 20 kali lipat dari harga Lovebird umum.
19. Lovebird Lutino
Lovebird Lutino diketahui mempunyai warna bulu dominan kuning dan merah. Lazimnya, bagian tubuhnya berwarna kuning, sementara bagian kepala berwarna merah atau orange. Burung ini termasuk memiliki poin jual sebab warnanya yang cemerlang. Lovebird Lutino berusia 2 – 3 bulan dipasarkan seharga Rp 400 ribu, sementara Lovebird Lutino umur 5 – 6 bulan dapat mencapai Rp 700 ribu. Lovebird jenis ini juga sering diikutkan laga, terlebih perlombaan kecantikan warna dan kicauan.
Ragam Lovebird Lutino sendiri cukup beraneka, seperti Lovebird Lutino Golden Cherry (warna kuning, mata gelap), Lovebird Lutino Albino (warna putih, mata merah), Lovebird Lutino (warna kuning mata merah), Lovebird Cinnamon (kecokelatan), dan Lovebird Pied (Bercak-bercak atau blorok).
Untuk mencetak Lovebird Lutino, paling gampang dengan mengawinkan Lovebird pejantan hijau normal dengan Lovebird Lutino betina. Umumnya, kombinasi pasangan Lovebird ini akan mendapat anakan Lovebird Lutino dengan tingkat kecermatan 60 persen pada generasi pertama.
Baca Juga: Pola Makanan Burung Lovebird Agar Rajin Ngekek
20. Lovebird Australian Cinnamon
Lovebird Australian Cinnamon lebih mirip dengan Lovebird Pastel, di mana warna bulunya lebih soft dan kalem. Melainkan, apabila keduanya disejajarkan, maka yang paling nampak soft yaitu Lovebird Australian Cinnamon. Pasalnya, hampir keseluruhan warna tubuh Lovebird Australian Cinnamon nampak lebih muda dari warna bulu Lovebird yang lain. Sekiranya dipandang dari jarak jauh, sepertinya varian warnanya tak akan tampak dan lebih jelas menonjol warna putihnya saja.
21. Lovebird Violet
Lovebird Violet yakni tipe Lovebird yang merubah warna blue normal di area sponge menjadi warna violet. Lovebird Violet mempunyai factor (penurunan sifat) single (SF) dan Double (Double). Untuk mencetak mutasi warna Lovebird Violet, salah satu indukan patut tipe Lovebird Violet, bagus itu jantan maupun betina.
Ciri-ciri Lovebird Violet memiliki warna bulu biru keunguan atau yang awam disebut Violet. Warna bulu tersebut terlihat di komponen sayap dengan ujung berwarna hitam. Tak, di komponen perut Lovebird berwarna putih, kepalanya dominan hitam, dan paruh putih pucat atau orange tua.
Saat cuma itu, Lovebird Violet memiliki varian warna lain yang dinamakan Lovebird Pastel Violet. Warna bulu macam Lovebird ini dominan putih tapi ada warna pastel violet di komponen punggung dan sayapnya. Harga Lovebird Violet dibanderol mulai dari Rp 400 ribu sampai Rp 800 ribu, tergantung daerah dan usianya.
22. Lovebird Biola
Salah satu variasi Lovebird yang paling mahal adalah Lovebird Biola atau Opaline Fischeri. Mahalnya harga Lovebird Biola tak lepas dari ketersediaannya yang cukup sulit didapatkan atau langka. Peternak Lovebird susah mencetak Lovebird Biola, namun peminatnya sangat banyak, sehingga harganya menjadi mahal.
Meskipun kisah yang dialami Om Lalang, pemilik Pecox Bird Farm (BF) Surabaya. Dua tahun lalu, ia memasarkan 20 pasang indukan Lovebird Biola dan Parblue sekitar Rp 450 juta. Jadi, tiap-tiap pasang Lovebird dibanderol sekitar Rp 22,5 juta. Malah itu, pembelinya Om Ahta menukar rumah 8 x 25 m2 seharga Rp 450 juta dengan 10 pasang Lovebird Biola dan 10 pasang Lovebird Parblue.
Harga Lovebird Biola memang tak main-main. Selain paling murah saja, Lovebird Biola standar dijual seharga Rp 5,5 juta. Sekiranya warnanya agak unik dan eksotis, bisa naik menjadi Rp 7,5 juta. Dia, sekarang harganya lebih sinting lagi sebab Lovebird Biola Euwing Split Blue import dari Thailand (usia 4 bulan) menempuh Rp 55 juta, seperti yang dikutip dari Olx.
23. Lovebird Dakocan
Lovebird Dakocan terdiri dari lima variasi, yakni Lovebird Dakocan original, Lovebird Dakocan hijau, Lovebird Dakocan biru, Lovebird Dakocan ungu, dan Lovebird Semi Dakocan. Lovebird yang memiliki nama latin Agapornis Personatus ini lazim disebut Masked Lovebird atau Lovebird bertopeng. Ini dikarenakan muka Lovebird Dakocan yang berwarna gelap seperti topeng.
Lovebird Dakocan berasal dari dataran tinggi pedalaman utara dan tengah Tanzania. Kecuali itu, Lovebird ini juga banyak dijumpai di Kenya utara dan timur. Lovebird Dakocan sendiri ditemukan pada tahun 1800-an, tetapi tak ada impor sampai tahun 1920-an.
Ciri-ciri Lovebird Dakocan memiliki warna tubuh dominan hijau, sebagian warna bulu kepala hitam gelap, dan kerah di leher berwarna kuning. Tapi, karena ada mutasi dan perkawinan silang, warna Lovebird Dakocan menjadi bervariasi, seperti Lovebird Dakocan biru dan Lovebird Dakocan ungu. Lalu, untuk harga Lovebird Dakocan (April 2017) menempuh Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu.
24. Lovebird Euwing
Lovebird Euwing atau Ewing ditemukan pertama kali pada tahun 2004 oleh penangkar Lovebird asal Belanda bernama Piet Verhijde. Kecuali sukses mencetak Lovebird Euwing dengan mengawinkan indukan Lovebird Lutino Fischeri dan Lovebird hijau standar atau Lovebird Josan.
Saat dinamakan Lovebird Euwing? Sebab, Euwing ialah singkatan dari Eumelamin dan Wing yang artinya sayap. Jadi, sebetulnya keunikan Lovebird Euwing berlokasi pada warna sayapnya yang bercorak hitam dan kuning.
Ciri-ciri Lovebird Euwing memiliki perpaduan warna dominan hitam dan kuning. Kecuali itu, warna bulu dada Lovebird Euwing tereduksi menjadi lebih terang (kuning atau putih) diperbandingkan dengan warna galur murninya (Wild Type atau Lovebird Green) dan terjadi peningkatan warna gelap atau hitam (Eumelanin) pada kedua sayapnya sehingga berbentuk huruf “V” pada bulu punggung di antara kedua sayapnya, seperti yang dikatakan oleh Irwan Sentosa.
Melainkan Lovebird Euwing ditingkatkan warna gelapnya (Dark Factor) menjadi Dark Euwing (D Euwing) atau Dark Dark Euwing (DD Euwing) karenanya bulu dada Lovebird Euwing akan lebih kelihatan lebih gelap (tak cerah). Terakhir, harga Lovebird Euwing dikenal menempuh Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta.
25. Lovebird Import Holland dan Taiwan
Lovebird Import dapat dari mana saja, tetapi yang paling banyak berasal dari Holland atau Belanda dan Taiwan. Umumnya, Lovebird Import ukuran tubuhnya lebih besar dari Lovebird lokal absah Indonesia. Selain itu, warna bulunya lebih baik dan mengkilat jikalau dibandingkan dengan Lovebird lokal.
Antara Lovebird Holland dan Lovebird Taiwan, katanya lebih baik Lovebird Holland, lebih-lebih diamati dari sisi postur tubuh dan warna. Tetapi, apabila diperhatikan dari sisi bunyi, pastinya lebih baik Lovebird Taiwan. Karena, bunyi Lovebird Taiwan lebih gacor, keras, dan panjang. Selain itu, Lovebird Taiwan lebih mudah menyesuaikan diri dengan cuaca di Indonesia dan mental tempurnya baik.

